Kitab Al-Muqtathofat

Posted by on May 17, 2013 | 6 Comments

Kitab “Al-Muqtathofat ” Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi1367387276
Like FP Dukung NU Mendirikan TV NU Nusantara
Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafir kan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Semestinya tidak perlu menanggapi mereka yang tidak suka dengan tradisi. Namun ketikamereka mempertanyakan, menyerang, apalagi sampai mengkafirkan, maka kita juga perlu menyiapkan jawaban.

“Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” atau “catatan untuk para pemula” tidak lain untuk menyelamatkan masyarakat yang kerap mendapat tudingan sesat, sekaligus menyadarkan pihak-pihak tertentu agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

Semua tradisi keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat itu ada dasaranya, “Semua itu ada dalam kitab yang berlandasakan Ahlussunnah wal jamaah,” kata Kiai Marzuki di Masjid Mujahidin, Jalan Ikan Hiu, Lowokwaru, Malang, Selasa (30/5).

Kitab tersebut dikaji secara rutin di beberapa Masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 ba’da shalat Isyak. Tidak hanya disatu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Hadirnya kitab ini diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syar’i. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indoensia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, dan yang lainnya, tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW.

“Semua itu ada dasarnya, tidak asal caplok,” seru pengasuh Pondok Pesantren Sabulur Rosyad, Malang itu sembari memaparkan dalil-dalil yang sudah ditulis dalam kitab karangannya.

Redaktur : A. Khoirul Anam piss-ktb

wallpaper muslim

6 comments

  1. M.Mudrik says:

    Perlu juga buku buku dalam bahasa Indonesia untuk pedoman masyarakat umum dalam melaksanakan bentuk bentuk ibadah yang bersifat khas Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah (NU) dan alangkah baiknya buku buku itu merupakan terbitan PBNU yang harus dimiliki oleh semua lembaga lembaganya sampai ketingkat ranting.

    • Anonymous says:

      mbok yoa wong2 aliran NU, MHMDIYAH, JAMAAH TABLEG, HT, DLL ojo podo ribut! ulama kita dl aj fine2 aj wlw byk prbdaan, ojo koclok2 ya!

  2. ahmad ghozali says:

    assalamu’alaikum,
    mohon maaf kalo saya mau kitab tersebut bagaimana cara mendapatkannya/membelinya.
    wassalam

  3. mas q ayep mondok nanag kno , enthok paw raw

    jan sangat lur biasa ponpes al falah , q kagum

  4. ryan pandusadewo says:

    assalamualaikum

    aku sangat kagum dengan pon pes al falah , karena tempatnya yang nyaman ,dan sangat luar biasa.

    mas dan bapak KH .munif njazuli q pengen mondok ke stu
    boleh ngak

    wassalamualaikum

  5. wanidi says:

    apakah pendidikan formal MA-nya menyatu dengan komplek pesantrennya? berapa beaya per bulan untuk mondok dan MA, matur nuwun

Tulis Komentar Anda

Iklan Gratis